Thursday, October 23, 2014

Open Recruitment Freelance HMTI

 

Ada kabar gembira untuk mahasiswa teknik industri UAJY nih!
HMTI membuka rekrutmen freelance untuk acara TIOS 2015 dan Workshop 2015.
Pendaftaran:
27-31 Oktober 2014
sesi 2 dan sesi 3 di lobby FTI UAJY

Wawancara:
29 Oktober-2 November 2014

Bidang yang dibutuhkan antara lain:
1.       Acara
Bidang ini bertanggung jawab dalam mengatur jalannya mulai dari persiapan sampai berlangsungnya acara sampai selesai. Jadi cocok sekali untuk kamu yang kreatif,aktif dan inovatif dalam mengatur dan mengembangkan acara.

2.       USDA(Usaha Dana)
Dari namanya saja sudah ketahuan bahwa bidang inilah yang akan mengusahakan dana untuk berlangsungnya event. USDA membutuhkan orang yang berjiwa bisnis,bertekan kuat dan mempunyai banyak relasi.

3.       Pubdekdok
Terdiri dari publikasi yaitu mempromosikan event , dekorasi untuk acara dan dokumentasi untuk mengabadikan moment saat event berlangsung. Pubdekdok menuntut kamu bisa menggunakan software desain seperti coreldraw dan photoshop,kreatif dalam hal dekorasi dan mengerti tentang fotografi

4.       Konsumsi
Nah bidang satu ini berhubungan dengan makanan yang akan dikonsumsi oleh semua yang terlibat dalam acara yaitu panitia,peserta,pengisi acara,dll. Jangan ragu-ragu buat kamu yang mempunyai banyak relasi dalam hal kuliner.

5.       Perkap (Perlengkapan)
Perkap  bertanggungjawab atas pengadaan barang –barang dan perlengkapan yang diperlukan dalam berlangsungnya acara. Membutuhkan orang yang mempunyai banyak relasi dan mau bekerja keras.

6.       Sekretariat
Disini kamu dituntut untuk rajin dan teliti karena sekretariat mengurus  data-data yang berhubungan dengan event.

7.       Keamanan
Membutuhkan orang yang bermental kuat,bertanggung jawab dan pintar mengatur strategi dalam hal penjagaan. Hal itu dibutuhkan karena keamanan bertanggungjawab atas keamanan acara selama acara berlangsung

Yuk ikut ambil bagian dalam TIOS 2015 dan Workshop 2015  yang mempunyai  konsep berbeda dari tahun sebelumnya.
Let’s be a part of amazing TIOS 2015 and Workshop 2015!
 

Monday, October 20, 2014

Presiden Baru, Harapan Baru



            20 Oktober 2014 merupakan momentum yang penting bagi bangsa Indonesia.  Harapan baru dilambungkan oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia seiring dengan terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia serta Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Indonesia.  Sorak sorai gembira diselimuti dengan doa diteriakkan oleh seluruh bangsa ini.
                
             Harapan tak hanya lahir dari kaum elit saja, melainkan harapan-harapan sederhana turut lahir dari kaum kecil ataupun kaum yang selama ini hanya dipandang sebelah mata.  Revolusi mental yang ditawarkan sebagai misi presiden dan wakil presiden terpilih ini diharapkan oleh segenap bangsa ini dapat semakin memajukan bangsa kita tercinta, bangsa Indonesia.  Dalam sektor pendidikan diharapkan agar anak bangsa ini tak hanya  dibekali dengan ilmu pengetahuan tetapi juga pendidikan karakter. Apalagi akhir-akhir ini dapat dikatakan terjadi kemerosotan karakter dalam diri pelajar ataupun mahasiswa. Dalam sektor ekonomi, industri dan perdagangan, masyarakat berharap agar bangsa ini tak tenggelam dalam arus globalisasi negatif dan semakin siap menghadapi AFTA 2015. Harapan yang lahir dari rakyat tak hanya itu saja tetapi masih ada sejuta harapan bagi presiden dan wakil presiden terpilih.

69 tahun perjalanan Indonesia merupakan bukan perjalanan yang singkat, pasang surut sudah dilewati oleh bangsa ini. Semoga dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden ketujuh ini, dapat semakin memajukan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, kreatif dan bermartabat.  Bangsa ini tidak bisa maju apabila kita sebagai warga RepubliK Indonesia tidak turut serta  bekerja keras dalam mebangun bangsa ini.  Jadi, mari kita turut menyingsingkan lengan bersama presiden dan wakil persiden terpilih demi bangsa kita, bangsa Indonesia.


One flag, one land, one heart, one hand, one nation evermore!  (Oliver Wendell Holmes)

 

Tuesday, October 14, 2014

No Bra Day



Beberapa hari yang lalu adalah tanggal 13 Oktober 2014. Berbeda dengan hari-hari yang lain, pada hari itu diperingati sebagai No Bra Day. Peringatan ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu, yaitu sejak tahun 2011. Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus tahu benar apa fungsi dari bra. Bra berfungsi untuk mencegah payudara dari kekenduran. Ukuran dari bra tersebut disesuaikan dengan bentuk dan pola tubuh pemakai. Arti kata bra berasal dari kata terjemahan. Orang-orang di Indonesia masih banyak yang menyebut bra sebagai “kutang”.

            Sampai saat ini, belum dapat dipastikan siapa yang mencetuskan terjadinya peringatan tersebut. Belum ada sumber terpercaya yang berani mengeluarkan pernyataan tentang asal peringatan dibuat. Dengan berbagai sumber yang ada di media lain, disebutkan bahwa peringatan No Bra Day dicetuskan oleh pendukung anti kanker payudara.

            Tahukah Anda seperti apa tepatnya tujuan dari No Bra Day? Masih banyak orang yang belum mengetahuinya secara tepat. Mereka mengira, No Bra Day adalah waktu di saat orang-orang tidak memakai bra hanya untuk kesenangan. Atau juga bisa disebut hanya untuk ajang pamer payudara. Padahal, tidaklah seperti itu kebenarannya. No Bra Day diperingati karena begitu banyak orang yang terkena kanker payudara. Selain itu, orang banyak berpendapat, bahwa salah satu penyebab kanker payudara adalah penggunaan bra yang tidak sesuai dengan seharusnya. Mungkin karena ukuran yang tidak sesuai, ataupun cara penggunaan yang tidak benar. Meskipun pendapat tersebut masih belum terbukti secara jelas tentang kebenarannya. Sejak dulu, penderita kanker payudara selalu meningkat tiap tahunnya. Hal itu merupakan sesuatu yang perlu dipikirkan penyebabnya. Oleh karena itu, terciptalah sebuah No Bra Day. Supaya setiap orang paham dan mengingat, akan pentingnya menggunakan sebuah bra dengan tepat dan benar untuk mencegah penyakit-penyakit mengerikan seperti kanker payudara.

Ada sebuah kutipan yang bagus tentang sebuah bra, “A friend is like a good bra; hard to find, comfortable, supportive, always lifts you up, makes you look better, never lets you down or leaves you hanging, and always close to your heart.” (ajn)


Thursday, October 2, 2014

Hari Batik Nasional


Batik.

Ketika mendengar kata tersebut, kemungkinan besar yang terpikirkan adalah tentang busana, blangkon, dan Indonesia.

Karena hari ini adalah hari yang spesial untuk sebuah batik. Mari untuk dibahas lebih lanjut. Ternyata, begitu sedikitnya pengetahuan akan batik. Berikut sedikit ulasan tentang batik.

Kata batik berasal dari gabungan dua kata yang berbahasa Jawa, yaitu amba yang bermakna menulis dan titik yang bermakna titik.
Sejak tahun 2009, badan organisasi dunia yang bernama UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) menetapkan tanggal 2 Oktober menjadi Hari Batik Nasional dan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Karena itu pun juga, dewasa ini banyak masyarakat Indonesia yang dilibatkan untuk memperingati hari tersebut. Seperti halnya dari lapisan pejabat pemerintah, pegawai Badan Usaha Milik Negara, hingga pelajar. Mereka semua disarankan untuk menggunakan batik sebagai bukti peringatan akan hari tersebut.

            Selama ini, kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa batik itu berupa pakaian atau barang siap pakai yang dikenal orang-orang berasal dari Yogyakarta, Surakarta, ataupun Pekalongan. Ternyata, masih banyak sekali hal tentang batik yang tidak diketahui orang-orang. Salah satu contohnya adalah tentang daerah asal batik diciptakan. Batik berasal dari banyak tempat. Ada yang berasal dari Banyumas, Madura, bahkan dari daerah luar negeri seperti: Batik Belanda dan Batik Jepang.

            Batik sebenernya menyudut pada dua hal. Pertama: tentang teknik pewarnaan kain dengan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Kedua: kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, khususnya untuk corak-corak khas tertentu.

            Meskipun batik sudah terkenal di banyak kalangan. Industri kreatif yang berhubungan dengan batik belum menjadi pilihan utama pasar di Indonesia. Ini bisa menjadi refleksi, apakah produsen atau konsumen pasar yang bermasalah, sehingga tidak berkembangnya secara pesat untuk produk batik sendiri.

            Begitu banyak fakta unik tentang batik. Penggemar batik pun juga banyak yang berasal dari mancanegara. Jangan sampai kita, warga Indonesia sendiri, tidak mengenal atau tidak bangga dengan batik. Kesempatan yang baik ini, hari ini, untuk kita memperingati hari khusus batik. Hari Batik Nasional. (ajn)